Hanya Dia Yang Mengerti Aku.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Hanya dialah yang selalu menemai kesendirianku. Dialah tempatku menumpakahkan rasa, keluh kesah dihati ini, saya tak pernah peduli apakah dia mengerti atau tidak yang terpenting adalah aku sudah curhat. Bahkan disaat ku terlelap hanya dirinya yang dapat ku peluk dengan penuh kehangatan.

Dialah belahan jiwaku, dialah kesayanganku. Walau terkadang dia takut dan menjauh ada kalanya ku dapat mendekat dan menyentuhnya, membelainya dan bahkan menciumnya.

Saat waktuknya nanti dia akan pergi dari rumah meninggalkan diriku dan tak akan pernah kembali lagi. Dan kini ku sendiri lagi tanpa kehangatan.

Advertisements

Menunggu yang Belum Datang

Sumber : Dokumentasi Pribadi.

Kali ini saya sedang berkunjung kerumah Pak Bambang Herlandi (red : Ketua Balikpapan Baru), sekedar hanya untuk menunggu yang belum datang.

Untuk mengisi waktu mari kita menulis. Ternyata membutuhkan waktu untuk sampai kerumah Pak Bambang Herlandi secara saya buta akan jalan-jalan yang apa bila masuk gang, kecuali jalan utama alias jalan besar. Rada binung juga mencari rumah ketua blogger kita ini, kalau dari ujung yang sana tuh lewat samping SMAN 5 Balikpapan yang ujung sana yah, bukan yg lewat samping BNN, banyak tikungannya alias gang-gang yang terkadang menyesatkan alias membingunkan orang yang baru pertama kali bertandang.

Dengan bensin yang hampir sekarat akhirnya pun saya sampai juga dirumah ketua Blogger Balikpapan. Saya pun langsung disambut empunya rumah. Dengan cuaca yang tak menentu atau yang saya sebut cuaca labil (habisnya nanti mendung, nanti panas), kami sedang asik menulis tanpa memperdulikan si cuaca yang labil tersebut.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Ditemani dengan sepiring pisang goreng dan segelas sirup jeruk menjadikan kegiatan menulis kali ini mengasyikan. Saya dan Pak Bambang Herlandi menanti teman-teman yang lain untuk datang dan berdiskusi ringan tentang blog. Dari ngumpul-ngumpul positif ini pastinya dapat ilmu yang keren donk.

Saya berharap akan ada terus ngumpul-ngumpul blogger tidak hanya pas ada kegiatan besar saja. Ada baiknya untuk mempererat silahturahmi dan menggali ilmu yang sebanyak-banyaknya.

Risalah Nasi Goreng Meracik.

Sumber : Foto Pribadi

Entah mengapa saya jatuh cinta akan makanan ini. Setiap ke MeraciKopi selalu memasannya. Namanya Nasi goreng Meracik menyehatkan. Rasanya tiada duanya, enak dan gurih tanpa SGM alias mecin alias penyedab rasa. 

Selain itu ada hal yang membuat saya menyukai cafe ini, selain makanannya yang enak saya suka sekali dengan aroma kopi yang tercium disaat barista membuat pesanan para pengunjung walau saya hanya sesekali minum kopi dicafe tersebut.

Ada risalah dibalik nasi goreng meracik. Rasa dan gurihnya menyimpan cerita disetiap kunyahannya. Bagai ada yang meletup letup untuk pertama kalinya mencobanya.

Nyam…nyam…nyam, alhamdulillah nikmat perut kenyang. Kalau soal harga relatif murah kok. Dan tidak ada hanya makanan ada pula minuman yang berbahan dasar kopi. 

Sumber : Foto Pribadi

Dengan harga yang murah pula kalian bisa menikmati beragam macam minuman kopi. Kalau soal koneksi internet alias wifi ada juga. Tempatnya cocok untuk mengadakan rapat kecil-kecilan bahkan tempat nyantai sambil berkopi ria adalah tempat yang pas di MeraciKopi.

(FLASH FICTION) Ada Kerinduan dalam Secangkir Cappucino yang Ku Teguk.

Sumber : https://majalah.ottencoffee.co.id/

Ku langkahkan kaki menuju meja yang berada persis diujung dekat dengan jendela yang besar. Ini merupakan tempat favoritku untuk merindukanmu dalam secangkir cappucino yang selalu ku teguk dengan penuh perasaan.

Tiba-tiba saja ku terkejut akan suara yang lembut menyapaku, “mau pesan apa mbak?” Seorang gadis berdiri disamping meja yang ku duduki sambil menyodorkan buku menu.

“Pasti mbak akan memesan cappucino panas kan?” Ku hanya tersenyum sambil mengatakan, “iya, seperti biasa.”

Dan kembali pelayan tersebut tersenyum kepadaku, “Selain itu ada lagi mbak?” Dan kembali saya melihat daftar menu. Kebetulan hari ini ku tak terlalu lapar hanya ingin makanan yang ringan saja, “Oh yah ku ingin brownies chocolate.” Sambil menyerahkan buku menu kepada sang pelayan.

Kembali pandanganku arahkan ke luar jendela, memandang kendaraan yang lalu lalang. Tak berapa lama pesananku telah sampai ke meja.

Ku merasa kehadiranmu disetiap cappucino yang ku teguk. Ada rasa pahit yang menghantam setiap ruang jiwaku. Karena itu disetiap tegukan ada gigitan kecil brownies chocolate yang menghinlangkan pahit.

Sekali lagi, aku meeindukanmu disetiap tegukan capucinnoku, disetiap gigitan brownies chocolate. Dan ku ingin kau hadir di mimpiku malam ini.